Langsung ke konten utama

Kali pertama ke Istanbul 

Pada tanggal 20 November 2021 saya bersama teman akrab pergi ke Istanbul untuk pertama kalinya dengan modal nekat kita memberanikan diri untuk pergi kesana. Di awal perbincangan kita berencana hanya membawa uang 100 tl kalau dirupiahkan sekitar 180 ribu diluar akomodasi.


Di keesokan hari nya kita berangkat menggunakan via darat yaitu bis. Berangkat dari rumah menggunakan transportasi umum yaitu bis (otobus) di jam 11.30 kami menuju ke terminal. Sesampainya disana kami menunggu kurang lebih 1 jam 30 menit di terminal maka kami berusaha untuk on time dan lebih baik kami menunggu 1 jam sebelum keberangkatan agar tidak ketinggalan bis. Menunjukkan pukul 13.00 kami shalat dhuhur sebelum berangkat. Setelah selesai shalat teman kami ini lagi mau beli permen, bayangkan deh dalam waktu kurang 5 menit sebelum keberangkatan bisa bisa nya masih mau beli permen terlebih dahulu itu pun teman kami tidak langsung beli tetapi masih memilih milih permen mana yang ingin di beli dan singkat cerita dia tidak jadi beli. Keberuntungan kami adalah bis nya datang nya telat sehingga kami tidak tertinggal bis. Akhirnya bis yang kami nanti nanti datang dan kami sangat senang akan hal itu karena pertama kali bagi kami pergi ke Istanbul. Singkat cerita kami ditengah-tengah perjalanan si kernet kalau bahasa Indonesia. Dia menanyakan kalian mau turun dimana Esenler otogar atau Dudullu otogar. Kami memutuskan untuk turun di Esenler otogar. Setengah perjalanan telah kami lalui saya memutuskan untuk mengganti opsi berhenti di Dudullu otogar dan singkat cerita kami sampai di Dudullu otogar, ekspetasi saya adalah seperti turun di terminal pada umumnya tapi turun di PO bus, alhasil saya bingung kok seperti ini dan akhirnya kita naik bis yang sama. Setelah menunggu sekian lamanya ktia sampai juga di Esenler otogar pada pukul 6 kurang 5 menit waktu Istanbul.



    Sesampainya di Esenler otogar kami melanjutkan perjalanan ke tempat destinasi yang kami inginkan yaitu Masjid besar Sultan Ahmet dengan menggunakan transportasi umum yaitu metro. Kemudian kami sampai di pemberhentian yang kami inginkan yaitu Sarkฤฑcฤฑ setelah itu kami lanjutkan dengan jalan kaki kurang lebih 20 menit untuk sampai ke tempat penginapan. Setelah kami istirahat sejenak lalu dilanjutkan untuk jalan-jalan di sekitar tepi pantai dan ke masjid Hagia Sophia. Saya sungguh mengagumi masjid Hagia Sophia karena sebelumnya hanya lihat di sosial media ataupun di google dan pada saat itu juga saya berada disana dan melihat ukiran masjid, arsitektur dan material masjid yang sangat indah dan kokoh. Kemudian setelah kami berfoto-foto di masjid Hagia Sophia lalu kembali ke penginapan untuk beristirahat.


Kesokan akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke beberapa destinasi wisata yaitu masjid Hagia Sophia, masjid Sultan Ahmet, museum, Topkapฤฑ dan Galata tower. Di pagi hari saya memulai mengunjungi masjid Sultan Ahmet. Ketika saya mengunjungi masjid tersebut masih dalam renovasi sehingga didalam masjid nya hanya sebentar saja. Setelah dari masjid Sultan Ahmet kami bertolak menuju museum yang bernama Tรผrk ve ฤฐslam Eserleri mรผzesi yang lokasi nya yang tidak jauh di kawasan masjid hagia sophia. Di dalam museum tersebut menyimpan banyak sejarah dan cerita mengenai Al-Qur’an. Kami sangat kagum akan hal itu mengapa demikian karena membuktikan bahwasannya al-qur’an itu sangat lah menakjubkan. Setelah dari museum kami mengunjungi salah satu napak tilas nabi Muhammad SAW di masa kerajaan ottoman.

Istana Topkapฤฑ adalah istana tempat tinggal kekhalifaan ottoman selama hampir 400 tahun yang lokasi tidak jauh dari kawasan sultan ahmet yang merupakan old city Istanbul. Istana tersebut menyimpan berbagai peninggalan nabi Muhammad SAW, sahabat dan keluarganya, selain itu juga ada sejumlah barang penting yang melekat di kabah pada masa dahulu. Istana Topkapฤฑ merupakan istana terluas setelah Versailles di Prancis. Istana tersebut di bangun pada tahun 1459 atas perintah Sultan Mehmet II. Beberapa bangunan mengelilingi lapangan, istana dan kebun seperti gudang senjata, ruang harta, ruang makan, harem, kamar sultan dan menara penjaga. Di bangunan tersebut terdapat ruangan berisi sacred relics yang merupakan barang barang peninggalan nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Barang barang tersebut disimpan di Hirkai Serif Odasฤฑ (Chamber of the Holy Mantle) oleh Sultan Mehmed pada tahun 1517 silam. Setelah selesai mengunjungi istana topkapฤฑ kami menuju destinasi terakhir yaitu Galata tower tempat ini tidak asing untuk di kunjungi karena lokasi terletak di tengah tengah pemukiman warga.



  Sejarah mencatat Galata Tower sudah berdiri sejak lama. Sekitar abad ke 5, saat Bizantium membangun menara kayu di lokasi Menara Galata. Menara ini tadinya difungsikan sebagai menara pemantau untuk pertahanan kota. Dari atas menara memang tampak sudut kota, khususnya kapal-kapal yang masuk dan keluar. 

Tempat ini menutup akhir dari perjalanan saya bersama teman kami di Istanbul. Sekian dari saya dan terimakasih. Tunggu cerita selanjutnya yaaaaa!!!!

 

 

 

 


 

Komentar

  1. Barokallah bang...lanjutkan ukiran sejarahmu

    BalasHapus
  2. Semangat paizz.. Smoga apa yang sudah kamu lewati dan jalani, susah senangnya bisa menghasilkan dan mewujudkan impianmu paizz..

    BalasHapus
  3. Masyaallah bang Faiz...good luck ya...semoga nular ke adik-adiknya.

    BalasHapus
  4. Semangat yaa Mas Faiz.Semoga makin suksess..Pokok nya Good Luck dachh..๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ’ช๐Ÿ™

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah. Setiap peristiwa perlu diabadikan dalam bentuk tulisan, foto dll. Berbagi ilmu dengan yang lain. Terus belajar menulis, menulis dan menulis. Pasti akan menjadi bagian dari peradaban dunia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan belajar bahasa Turki

                                                           Lika liku belajar bahasa Turki             Setelah sekian lama aku tdak nulis, pada kesempatan ini aku ingin bercerita sebuah pengalaman pribadi dalam belajar bahasa Turki selama kurang lebih mau setahun ini. Banyak sekali tantangan dalam proses belajar bahasa Turki karena bahasa tersebut tidak se-populer seperti bahasa Inggris ataupun bahasa Arab. Pada awal belajar bahasa Turki pada level A1  aku cukup kaget dengan metode pembelajaran nya karena pertama kali dalam hidup aku belajar bahasa dengan metode pembelajaran langsung mengunakan bahasa Turki tanpa menggunakan bahasa pengantar internasional yaitu bahasa Inggris. Di minggu pertama itu sangat susah untuk memahami gurunya menje...

Ohhh gini rasanya salju

  Ohhh gini rasanya salju Pertama kali dalam hidup aku merasakan turun nya salju dan seneng banget akan hal tersebut. Momen tersebut aku nanti kan dari sejak dahulu karena di Indonesia salju itu kan gaada lantaran hanya memiliki 2 musim saja hujan dan panas. Maupun agak norak dan kek mau meninggoy gitu akan hal tersebut tetapi ini adalah pengalaman yg tidak akan terlupakan untuk di awal-awal tahun 2022 di Turki. Tepatnya pada hari ini Rabu, 22 Januari 2022 bertepatan dengan tanggal yang tak kala indahnya aku merasakan salju yang tebal. Pagi jam 9 an aku memutuskan untuk keluar rumah rencana awal hanya untuk pergi sesuatu hal di toko tetapi setelah membeli sesuatu tersebut kami memutuskan untuk bermain ke lapangan yang berada di kampus dan disitulah aku merasakan kedinginan, keindahan, beceknya jalan dan takut kepleset ketika berjalan menyusuri jalan yg di tutupi oleh lebatnya salju. Sesampainya aku dilapangan tersebut entah mengapa aku sangat bersemangat sekali untuk bermain dengan...